Untuk memperkuat perlindungan, Howon memaparkan tiga praktik yang diterapkan di Korea Selatan.
Pertama, perusahaan perlu memiliki pemimpin khusus keamanan informasi atau CISO.Jika terjadi kebocoran serius akibat pengelolaan yang buruk, perusahaan dan pimpinannya dapat menghadapi sanksi serta pertanggungjawaban.
Kedua, pelatihan keamanan informasi perlu diberikan kepada karyawan, tidak hanya tim teknologi informasi. Organisasi juga dapat melakukan simulasi phishing untuk menguji kesiapan pekerja menghadapi upaya penipuan digital.
Ketiga, penyedia layanan daring berskala besar diwajibkan memiliki sertifikasi keamanan nasional Information Security Management System (ISMS), yang menilai bukan hanya teknologi, tetapi juga cara organisasi mengelola keamanan.
Howon juga mengingatkan pentingnya perlindungan data dalam pengembangan dan penggunaan AI. Menurutnya, data di banyak organisasi masih tersebar di berbagai sistem, tidak lengkap, tidak konsisten, dan bercampur dengan informasi pribadi. Karena itu, data perlu dipersiapkan, dibersihkan, dan dilindungi sebelum digunakan.
Salah satu pendekatan yang dapat dimanfaatkan adalah synthetic data atau data sintetis. Data buatan yang disusun menyerupai pola data asli dan diperiksa secara cermat itu dapat mengurangi kebutuhan untuk membagikan catatan pribadi, sekaligus membantu pengujian sistem AI, termasuk untuk menghadapi skenario serangan siber.
"Data sintetis dapat mengurangi kebutuhan untuk membagikan catatan pribadi sehingga privasi tetap terlindungi. Data ini juga dapat membantu pengujian elemen AI, termasuk untuk menghadapi serangan siber," ujar Howon.
Ia menambahkan setiap proyek kolaborasi AI perlu memperhatikan empat aspek, yakni hak dan perlindungan data, evaluasi sistem menggunakan data lokal, pengawasan manusia terhadap keputusan yang berdampak pada keselamatan atau hak masyarakat, serta keamanan dan mekanisme penanganan insiden.
Menurut Howon, RI dan Korea Selatan dapat bekerja sama dengan memperkuat tim ahli keamanan siber sekaligus meningkatkan pelatihan bagi pekerja di berbagai sektor.