NADIKABAR.COM — Beberapa kesalahan fatal manusia (human error) mungkin menjadi penyebab kecelakaan mengerikan jet pribadi Learjet di Florida hari Minggu, menewaskan sembilan orang di dalamnya.
Pesawat nahas senilai USD 2 juta yang dalam perjalanan menuju Bahama dari Texas itu, terbang menembus badai ketika mendadak kehilangan daya angkat, kemungkinan di ketinggian antara 10.668 hingga 11.277 meter, dan menukik tajam sebelum jatuh dan meledak dekat sebuah taman karavan di Palm Beach County.
Pihak berwenang masih menyelidiki penyebabnya. Pakar penerbangan Justin Crabbe menilai pilot memilih menembus badai berbahaya, kemudian mencoba manuver menghindari berisiko yang mungkin membawa petaka.
"Mereka seharusnya memutar menghindari badai. Pengatur lalu lintas udara telah memberi mereka fleksibilitas untuk mengubah arah guna menghindari cuaca buruk itu," kata Crabbe, pilot veteran dan CEO Jettly, platform pemesanan penerbangan.
Crabbe tidak tahu mengapa para pilot tidak melakukannya, tapi menduga mereka hanya ingin segera sampai. Di pesawat saat itu terdapat dua pilot dan penumpangnya seorang pengusaha teknologi, istrinya, dua anak mereka, dua teman dewasa, dan pengasuh anak.
"Itu adalah teori yang disebut 'get-there-itis' (sindrom memaksakan diri agar cepat sampai), dan sekolah penerbangan mengajarkan hal ini sejak awal," ungkap Crabbe.