Pakar mengingatkan bahwa masyarakat tidak perlu panik dalam menyikapi celah keamanan PHP ini, meski kewaspadaan tetap diperlukan. Bagi pengelola situs, kerentanan tersebut perlu segera ditangani dengan memeriksa sistem dan memasang pembaruan keamanan.
Pratama menyarankan pengelola situs untuk memperbarui bahasa pemrograman PHP ke versi yang lebih baru, lalu memuat ulang agar pembaruan diterapkan dengan benar. Jika pembaruan belum dapat dilakukan, akses server dari internet dapat dibatasi sementara untuk mengurangi risiko.
"Perlu diingat, Wordpress biasanya punya pembaruan otomatis, tapi PHP tidak. PHP ada di lapisan server, dan yang bertanggung jawab memperbarui adalah pengelola hosting atau admin server," ujarnya.
Sementara, bagi masyarakat umum, Pratama mengimbau untuk tidak langsung membuka email atau pesan yang berisi tautan yang meminta login ulang ke layanan pemerintah.
Kemudian, masyarakat perlu mencurigai jika layanan yang biasa dipakai tiba-tiba meminta data yang tidak wajar, misalnya foto KTP dan selfie, padahal tidak ada verifikasi.
Selanjutnya, masyarakat perlu memantau mutasi rekening dan email, jika ada pemberitahuan perubahan kata sandi yang bukan milik mereka, dan segera menggantinya.
"Ketiga, pantau mutasi rekening dan email. Kalau ada pemberitahuan perubahan kata sandi yang bukan dari Anda, segera ganti," tutup Pratama.