PANDI juga menerapkan prosedur operasional standar (SOP) yang ketat dalam setiap perubahan sistem. Hal ini penting untuk menjaga keamanan root zone atau zona akar sistem nama domain. "Karena kalau ketika sebuah root zone tidak dijaga secara benar, itu akan koplak, bubar di root zone-nya," ujar Isnawan.
Ia menambahkan, pengawasan infrastruktur juga melibatkan pihak lain, termasuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). "Sekarang sudah ada yang ikut jaga, BSSN dan Komdigi," ujarnya.
Temuan puluhan ribu kasus penyalahgunaan domain tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan berkelanjutan terhadap ekosistem nama domain. PANDI pun mengandalkan pengembangan teknologi dan kolaborasi lintas pihak untuk mendukung upaya pengamanan tersebut.