"Kami percaya pemerintah memiliki komitmen kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dalam situasi seperti ini, yang diperlukan bukan saling menyalahkan atau membangun ketakutan, melainkan memperkuat koordinasi, menghadirkan kebijakan yang tepat, dan memberikan kepastian kepada dunia usaha," tegas Jona.
"HIPMI mendukung langkah-langkah pemerintah untuk menjaga kepercayaan pasar," sambungnya.
Jona juga menekankan kondisi perekonomian Indonesia tidak dapat diukur hanya dari naik turunnya indeks saham.
Aktivitas industri, perdagangan, konsumsi masyarakat, investasi produktif, hingga perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan bagian penting dari kekuatan ekonomi nasional.
Menurut Jona, selama sektor riil terus diperkuat, investasi didorong, dan kesempatan kerja diperluas, Indonesia tetap memiliki ruang besar untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
"Ekonomi Indonesia jauh lebih besar daripada angka yang bergerak di layar bursa. Ada jutaan pelaku UMKM, pekerja, industri, dan pengusaha yang setiap hari terus menggerakkan perekonomian," kata Jona.
"Inilah kekuatan yang harus kita jaga. Jangan sampai kepanikan sesaat membuat kita melupakan potensi besar bangsa sendiri," sambungnya.
Lebih lanjut, BPP HIPMI mendorong agar momentum tekanan pasar ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat fundamental perekonomian nasional, meningkatkan transparansi pasar modal, menjaga kepastian regulasi, serta mempercepat reformasi yang mendukung investasi dan daya saing Indonesia.