Jona menilai optimisme harus dibangun melalui langkah konkret, bukan sekadar pernyataan. Pemerintah, regulator, dan pelaku usaha perlu terus bersinergi agar kepercayaan investor dapat pulih dan aktivitas ekonomi tetap tumbuh secara berkelanjutan.

"Optimisme bukan berarti menutup mata terhadap tantangan. Justru kita harus menghadapi tantangan dengan kebijakan yang tepat, tata kelola yang semakin baik, dan keberanian untuk terus berinvestasi," jelas Jona.

"HIPMI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sektor riil dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan," sambungnya.

Jona juga mengajak para pengusaha muda untuk tidak menghentikan langkah ekspansi dan inovasi hanya karena sentimen negatif jangka pendek, dengan tetap memperhitungkan risiko dan kondisi masing-masing usaha.

Menurut Jona, perjalanan ekonomi Indonesia telah menghadapi berbagai tantangan dan perubahan. Karena itu, setiap tekanan harus dijadikan momentum untuk memperkuat ketahanan dan daya saing perekonomian nasional.

"Hari ini IHSG boleh merah, tetapi masa depan Indonesia tidak boleh kita lihat dengan pesimisme. Pasar bisa bergejolak, namun semangat pengusaha Indonesia harus tetap menyala," kata Jona.

"Kita dukung pemerintah, kita jaga kepercayaan investor, dan kita terus bekerja menciptakan investasi serta lapangan kerja. Indonesia tidak berhenti hanya karena satu hari yang berat di pasar saham," pungkasnya.