Peta dunia populer biasanya adalah versi modern peta Mercator, yang dikembangkan Gerardus Mercator di 1569. Fokus utamanya adalah menciptakan proyeksi peta yang menunjukkan garis lurus konsisten dengan pergerakan kapal ketika terus mengikuti arah kompas, menjadikannya navigasi maritim yang praktis untuk merencanakan jalur akurat.

Kepraktisan proyeksi Mercator untuk navigasi menjadikannya salah satu peta dunia terpopuler yang masih digunakan, tak terkecuali di peta digital. Aplikasi navigasi yang paling banyak digunakan, seperti Google Maps dan Apple Maps, masih menggunakan variasi proyeksi Mercator. Google Maps punya lebih dari 2 miliar pengguna aktif bulanan.

Namun peta Mercator menunjukkan ukuran benua yang tidak akurat. Daratan terlihat membesar jika semakin jauh letaknya dari ekuator Bumi, membuat kejanggalan seperti benua Afrika tampak berukuran sama dengan Greenland, padahal kenyataannya 14 kali lebih besar.