Ilustrasi paling terkenal tentang bagaimana proyeksi peta Mercator mendistorsi ukuran sebenarnya dari Afrika dibuat desainer software asal Jerman, Kai Krause. Di 2010, ia mengembangkan visualisasi Ukuran Sebenarnya Afrika yang menunjukkan benua Afrika mampu memuat Amerika Serikat, China, India, Jepang, dan hampir seluruh wilayah Eropa di dalamnya.
Dikutip NadiKabar dari Ars Technica, sejumlah pemerintah dan sekolah mungkin akan mengikuti resolusi PBB untuk lebih mempromosikan penggunaan peta Equal Earth yang diciptakan tahun 2018.
Namun, hal tersebut tidak akan mengubah fakta bahwa jutaan orang akan terus secara rutin merujuk pada aplikasi navigasi seperti Google Maps yang diprediksi masih terus akan menampilkan proyeksi peta Mercator.