Kemudian sisanya di lantai dua banyak diisi oleh sekitar 6 toko emas yang sebagian besar menempati lebih dari satu kios, dan beberapa lapak pakaian dan tas. Sedangkan area pasar basah yang biasanya diisi oleh pedagang sapi semuanya tutup.

"Yang los-los daging segala macam, daging, ayam, ikan semuanya di luar, semuanya di luar," kata Narita, seorang pedagang produk kecantikan yang masih membuka kios dalam bangunan Pasar Nangka Bungur.

Kondisi tersebut menjadi gambaran sulitnya pedagang resmi dalam bangunan Pasar Nangka Bungur untuk bertahan di tengah persaingan dengan pedagang yang berjualan di sisi jalan umum.

"Orang jualan di dalam sepi, kasihan dah kita. Sebagian dari dalam ada yang punya lapak di depan terus pindah ke depan. Sisanya ya tutup saja keluar dari pasar," ujarnya.