"Sebagai operator, PT EPI memastikan keandalan pasokan listrik dan kesiapan teknis layanan di dermaga. OPS juga membuka pengembangan layanan energi yang lebih terukur bagi pengguna jasa berdasarkan konsumsi listrik dan tingkat layanan yang dibutuhkan," ucap Andriyuda.
Dorong Pengembangan OPS di Pelabuhan Lain
Peluncuran layanan OPS di Pelabuhan Tanjung Priok menjadi tahap awal pengembangan layanan secara lebih luas. Setelah tahap pilot dan komersialisasi di Dermaga 004, Pelindo akan melakukan pengembangan secara bertahap ke terminal lainnya dengan kapasitas yang disesuaikan dengan profil kebutuhan kapal.
Dalam roadmap pengembangan, Pelindo mengarahkan pengembangan OPS di Tanjung Priok hingga 24 unit pada 2027. Dalam jangka panjang, model tersebut direncanakan untuk direplikasi secara bertahap ke terminal multipurpose, dermaga umum, serta pelabuhan lainnya, dengan roadmap indikatif pengembangan nasional hingga 123 unit OPS pada 2050.
"Dari Tanjung Priok, kami ingin membangun fondasi untuk memperluas solusi transisi energi ke terminal dan pelabuhan lainnya di Indonesia. Pelabuhan masa depan harus semakin produktif dan efisien, sekaligus mampu tumbuh dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan," pungkas Achmad.
Sebagai informasi, peluncuran fasilitas layanan OPS tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Asosiasi Pemilik Kapal (INSA), PT PLN (Persero) serta jajaran manajemen Pelindo Group.