"Saya kalau mau ngomong dulu kalau bilang persenan ya ada lah 80% hilang.Dulu saya sehari Rp 5 juta ke atas. Sekarang nyari Rp 1 juta itu susah," ujarnya.

Beruntung saat toko kosmetik dan produk kecantikannya masih ramai pelanggan Farid tidak banyak menghabiskan uangnya. Selain untuk membeli rumah dan dua motor yang masih dimilikinya, dulu ia lebih banyak menabung karena tahu 'roda pasti berputar'.

"Ke pangkas tabungan, ya pasti sudah kemakan. Saya justru bisa bertahan karena masih ada itu. Tapi ya saya juga ada ambil KUR buat putaran modal dagang di sini," tutur Farid.

"Jadi sekarang gimana kita imbangin pakai tabungan sama KUR buat perputaran modal sama bertahan hidup. Kalau nanti memang di sisi sudah nggak kuat, ya mau nggak mau selesaikan KUR-nya dulu baru tutup. Soalnya itu jatuhnya utang kan," paparnya.

Jika kondisi ini terus berlanjut, ia bahkan sudah berfikir untuk menjual sejumlah aset untuk menutup kredit usaha ke bank. Hal ini dilakukan agar dirinya tak terus terlilit oleh utang jika usahanya benar-benar sudah tak bisa dipertahankan.