NADIKABAR.COM — Pemerintah terus menggenjot pelaksanaan program swasembada di bidang pangan dan energi melalui pembukaan kawasan pertanian baru. Rencananya kawasan pertanian baru ini akan memanfaatkan lahan-lahan rusak dan tak terpakai.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurrofiq, menyatakan mulai hari ini pihaknya bersama para wakil menteri, kepala badan, dan kementerian terkait melakukan langkah-langkah koordinasi secara berkala guna mendukung target-target swasembada yang diberikan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam hal ini, pemerintah akan membuat rencana induk (masterplan) pembangunan kawasan swasembada pangan, energi, dan air (KSPEAN) di empat provinsi utama yakni Papua Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Sumatra Selatan.
"Harapan kita, maka dalam waktu yang tidak terlalu lama, kita akan segera menetapkan rencana induk pembangunan kawasan swasembada pangan, energi, dan air pada keempat provinsi tersebut," ujar Hanif dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Jumat (6/11/2026).
Terkait pelaksanaan di lapangan, Hanif mengatakan lahan-lahan baru tersebut nantinya dapat digunakan untuk pertanian berbagai komoditas, termasuk tebu yang bisa digunakan untuk program bahan bakar bioetanol. Namun ia menegaskan dalam proses pembukaan lahan pemerintah tidak akan mengubah atau melakukan konversi lahan hutan alam untuk kepentingan perluasan kawasan swasembada.