NADIKABAR.COM — Pemerintah didorong memperkuat sistem keselamatan transportasi laut serta kapasitas pencarian dan pertolongan (SAR). Penguatan diperlukan mulai dari pemeriksaan kelaikan kapal hingga dukungan peralatan bagi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Basarnas mencatat 601 operasi SAR terkait kecelakaan kapal sepanjang Januari hingga 15 Agustus 2026. Dari operasi tersebut terdapat 3.607 korban. Sebanyak 3.165 orang berhasil diselamatkan, 239 orang meninggal dunia, dan 203 orang masih dinyatakan hilang.
Data tersebut disampaikan dalam rapat bersama Komisi V DPR RI, Kementerian Perhubungan, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Jakarta.
Anggota Komisi V DPR RI Sudjatmiko mengatakan keselamatan pelayaran perlu diperkuat melalui pemeriksaan kapal sebelum mendapatkan izin berlayar.
"601 kecelakaan kapal dalam waktu kurang dari delapan bulan adalah angka yang harus menjadi alarm bagi kita semua. Ini bukan sekadar persoalan kecelakaan, tetapi menyangkut keselamatan ribuan masyarakat yang menggunakan transportasi laut," ujar Sudjatmiko.
Dalam rapat tersebut, sejumlah hal terkait keselamatan kapal turut dibahas, tim redaksi lain kelengkapan manifest penumpang dan kendaraan, kondisi peralatan pemadam kebakaran, serta pemeriksaan kapal oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).
Dokumen pembahasan rapat mencatat masih ditemukan persoalan seperti manifest penumpang yang tidak lengkap, kendaraan yang tetap menyalakan mesin di dek, serta alat pemadam dan pompa yang tidak berfungsi optimal.
Sudjatmiko mengatakan pemeriksaan kapal perlu mencakup kondisi dan fungsi peralatan keselamatan, bukan hanya kelengkapan dokumen.