"Basarnas adalah garda terdepan ketika kecelakaan terjadi. Kita tentu ingin kecelakaan bisa dicegah, tetapi ketika musibah terjadi, negara harus memiliki kemampuan pencarian dan pertolongan yang cepat, luas, dan efektif," kata Sudjatmiko.
Dalam pembahasan rapat, kebutuhan penambahan anggaran Basarnas serta pengadaan drone dan alat bantu penglihatan juga menjadi perhatian untuk meningkatkan kemampuan pencarian dan pengawasan.
Sudjatmiko mengatakan penguatan keselamatan pelayaran perlu dilakukan dari sisi pencegahan hingga penanganan ketika terjadi kecelakaan. Pemerintah perlu memperkuat pemeriksaan kelaikan kapal, sementara kemampuan Basarnas dalam pencarian, penyelamatan, dan evakuasi juga perlu ditingkatkan.
Ia juga meminta pemilik kapal, KSOP, operator pelabuhan, awak kapal, dan pihak terkait meningkatkan penerapan standar keselamatan.
"Keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab bersama. Pemilik kapal harus memastikan kapal dan peralatannya laik, KSOP harus melakukan pemeriksaan secara sungguh-sungguh, awak kapal harus disiplin, dan negara harus memastikan sistem pencarian serta pertolongan memiliki kapasitas yang memadai," tuturnya.
Menurutnya, penguatan sistem keselamatan perlu dilakukan sebelum kapal beroperasi dan tidak hanya setelah terjadi kecelakaan.
"Kita tidak boleh menunggu korban berikutnya untuk kemudian melakukan evaluasi. Keselamatan harus dibangun sebelum kapal berangkat, bukan baru diperbaiki setelah kecelakaan terjadi," pungkas Sudjatmiko.