NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, optimistis target penurunan biaya logistik nasional hingga 8 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dapat tercapai. Pencapaian itu ditempuh melalui koordinasi lintas sektor dalam menjalankan rencana aksi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 41 Tahun 2026 tentang Penguatan Logistik Nasional.

"Melalui sinergi dan koordinasi lintas sektor dalam melaksanakan rencana aksi pada Perpres ini, kami optimis biaya logistik dapat ditekan sampai 8%," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10).

Ia memaparkan, biaya logistik nasional tercatat pada kisaran 14,29 persen terhadap PDB pada 2022. Pemerintah menargetkan penurunan bertahap dari 12,5 persen hingga mencapai 8 persen dalam beberapa tahun mendatang.

Perpres itu diundangkan pada 16 Juli 2026 dan dirancang sebagai instrumen kebijakan strategis untuk memangkas biaya logistik nasional melalui tiga strategi utama.

Strategi pertama adalah penguatan infrastruktur konektivitas, layanan backbone, dan sarana penunjang logistik. Strategi kedua ialah penguatan integrasi dan digitalisasi logistik, sedangkan strategi ketiga berupa peningkatan daya saing sumber daya manusia (SDM) dan penyedia jasa logistik.

Airlangga menyebut penugasan koordinasi itu berasal dari Presiden Prabowo Subianto.