"Arahan Presiden sangat jelas, bahwa penguatan ekosistem logistik nasional menjadi kunci untuk menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing ekonomi," ucap dia.
Presiden menugaskan Airlangga melalui Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian untuk mengoordinasikan percepatan transformasi logistik nasional melalui Perpres tersebut.
Pemerintah tidak berhenti pada tataran regulasi dan terus mempercepat langkah operasional agar implementasi Perpres memberikan dampak nyata bagi efisiensi logistik nasional.
Salah satu langkahnya adalah memperkuat platform National Logistics Ecosystem (NLE) melalui digitalisasi end-to-end. Sebelumnya, NLE lebih berfokus pada layanan perizinan Business to Government (B2G) dan Government to Government (G2G).
Menurut Airlangga, NLE selama ini telah mengurangi biaya logistik hingga 17 persen. Platform itu juga memangkas waktu layanan hingga 73 persen.
Pemerintah juga mendorong pengembangan pelabuhan darat (dry port), termasuk di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Fasilitas itu ditujukan untuk mengurangi beban truk di jalan raya dan mendekatkan layanan kepabeanan ke kawasan industri.