NADIKABAR.COM — Pemerintah mendorong penguatan keamanan siber nasional untuk mengantisipasi perkembangan teknologi komputasi kuantum yang berpotensi mengancam sistem perlindungan data digital. Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya aktivitas ekonomi digital Indonesia dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Perkembangan ekonomi digital membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru, mulai dari peningkatan transaksi elektronik hingga pembangunan infrastruktur pusat data. Namun, di balik peluang tersebut, muncul tantangan untuk memastikan keamanan informasi dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital.
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ali Murtopo Simbolon mengatakan kesiapan menghadapi era komputasi kuantum perlu menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan siber Indonesia.
"Mewakili Bapak Menko Perekonomian, saya menyambut baik Workshop on Quantum and Post-Quantum Cryptography sebagai momentum strategis untuk memperkuat ketahanan keamanan siber nasional, sekaligus mempersiapkan Indonesia memanfaatkan ruang ekonomi dan inovasi yang lahir dari perkembangan teknologi kuantum," ujar Ali dalam Workshop on Quantum and Post-Quantum Cryptography bertema Strategizing Indonesia's Digital Defense in the Quantum Era di Jakarta, Kamis (15/10).
Ali menyebut besarnya potensi ekonomi digital Indonesia tercermin dari nilai gross merchandise value (GMV) yang mendekati US$100 miliar pada 2025. Nilai tersebut tumbuh 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan diproyeksikan mencapai US$340 miliar pada 2030.
Sementara itu, Bank Indonesia mencatat transaksi pembayaran digital mencapai 12,99 miliar pada kuartal III 2025, atau tumbuh 38,08 persen secara tahunan.
Besarnya aktivitas tersebut membuat perlindungan sistem digital menjadi semakin penting. Gangguan keamanan siber tidak hanya berisiko mengancam kerahasiaan data, tetapi juga dapat memengaruhi kepercayaan pengguna dan keberlangsungan aktivitas ekonomi yang bergantung pada layanan digital.