Langkah tersebut diperlukan agar sistem keamanan dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi tanpa mengganggu layanan publik maupun aktivitas ekonomi yang semakin bergantung pada infrastruktur digital.

Ali juga menekankan pentingnya membangun kemandirian teknologi nasional di tengah kebutuhan memperkuat keamanan siber. Menurutnya, kerja sama dengan mitra internasional tetap dibutuhkan untuk mempercepat penguasaan teknologi, tetapi Indonesia juga perlu mengembangkan kemampuan sendiri sesuai kebutuhan nasional.

"Boleh kita belajar dari mereka yang sudah duluan, tapi kita juga harus punya kemandirian dalam menyiapkan platform teknologi cyber security kita," tegas Ali.

Penguatan keamanan siber sendiri menjadi salah satu bagian dari Buku Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital. Pemerintah menilai upaya tersebut perlu berjalan beriringan dengan pengembangan infrastruktur digital, pemanfaatan AI, dan integrasi ekonomi digital di kawasan ASEAN.

Dengan meningkatnya ketergantungan pada teknologi, koordinasi antarkementerian dan lembaga, dunia usaha, akademisi, serta mitra internasional menjadi penting untuk membangun ekosistem digital yang aman dan berkelanjutan.

Pemerintah berharap penguatan kapasitas nasional dapat membantu Indonesia mengantisipasi risiko teknologi baru sekaligus memanfaatkan peluang inovasi. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi digital tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai transaksi, tetapi juga didukung ketahanan siber dan kemandirian teknologi nasional.