"Selama ini kita kembangkan kebun-kebun besar. Tapi tahun pertama pemerintahan Pak Prabowo, kita mulai perkebunan rakyat, antara lain kelapa, kopi, cengkeh, cokelat dan lainnya. Tapi nomor satu kelapa," katanya.

Pemerintah, lanjut Zulhas, akan memberikan dukungan terhadap perkebunan rakyat mulai dari penyediaan bibit, pengembangan kawasan, peningkatan produktivitas, manajemen perkebunan hingga hilirisasi.

Manado Jadi Momentum Penguatan Industri Kelapa Global

Pelaksanaan World Coconut Day 2026 di Manado menjadi momentum untuk memperkuat posisi Sulut sebagai salah satu pusat pengembangan kelapa sekaligus memperluas jejaring kerja sama industri kelapa secara global.

Kegiatan yang berlangsung pada 7-10 Oktober 2026 tersebut mempertemukan pemangku kepentingan kelapa dari berbagai negara. International Conference diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai negara.

Mengusung tema 'Coconut in Times of Uncertainty: Securing Food, Energy, and Livelihoods', forum tersebut dinilai relevan dengan tantangan global saat ini.

Dengan rencana pengembangan 51.721 hektare pada 2027, pemerintah menegaskan bahwa kelapa bukan lagi sekadar komoditas perkebunan rakyat, tetapi bagian dari strategi membangun pangan, industri, energi, lapangan kerja, dan sumber penghidupan masyarakat.

"Kelapa sekarang menjadi rebutan. Kita harus bergerak cepat agar Indonesia bukan hanya menjadi penghasil kelapa, tetapi juga menjadi pemain utama dalam industri kelapa dunia," pungkas Zulhas.