Maman juga mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran subsidi sekitar Rp2,6 triliun untuk mendukung kebijakan tersebut hingga akhir Desember 2026.
Ia memastikan penurunan bunga pinjaman menjadi 8 persen akan berlaku secara permanen sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Perintah Pak Presiden berlaku secara permanen. Sementara ini tadi untuk sampai akhir Desember sudah disiapkan kurang lebih sekitar Rp2,6 triliun. Nanti akan kita exercise kembali Rp2,6 triliun itu dan berdasarkan constraint waktu yang tinggal dua bulan ini bisa meng-cover berapa nasabah," ujar Maman.
Meski demikian, pemerintah masih menghitung terkait jumlah nasabah yang dapat di jangkau melalui anggaran tersebut. Perhitungan dilakukan dengan mempertimbangkan sisa waktu pelaksanaan kebijakan hingga akhir tahun.