NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) 2026 dengan meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Rantai Pasok dan Pemasaran Pertanian dan Perikanan (SOPIKAN) untuk memperluas akses pemasaran.

​Peringatan HPS 2026 yang mengusung tema "Innovate today, Nourish tomorrow" tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan alat pertanian serta penghargaan kepada pelaku sektor pertanian, pangan, dan perikanan.

​"Hadirnya inovasi digital ini merupakan salah satu langkah untuk memperkuat tata kelola informasi, memperluas akses pemasaran, dan meningkatkan daya saing produk pertanian serta perikanan Kabupaten Sleman," kata Bupati Sleman Harda Kiswaya di Sleman, Rabu.

​Bupati menyampaikan, digitalisasi informasi rantai pasok dan pemasaran penting untuk memastikan produk petani maupun pembudidaya ikan mampu menjangkau pasar secara optimal dengan nilai jual yang layak.

​Melalui SOPIKAN, informasi mengenai potensi pertanian dan perikanan di Sleman diharapkan lebih mudah diakses oleh para pemangku kepentingan.

​"Kehadiran sistem informasi ini diharapkan dapat membantu mempertemukan potensi produksi dengan kebutuhan pasar, memperkuat komunikasi antara produsen dan calon pembeli, serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi para pelaku usaha," kata Harda.

​Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman Liem Astuti menjelaskan peringatan HPS menjadi momentum menegaskan perlunya transformasi sistem pertanian pangan secara menyeluruh, mulai dari pola tanam, pengolahan, hingga konsumsi.

​"Tujuannya menciptakan sistem pangan yang efisien, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, sekaligus menegaskan bahwa pangan merupakan hak dasar manusia yang menentukan kualitas generasi penerus," tutur Liem.

​Ia menambahkan, Pemkab Sleman telah melakukan berbagai aksi lokal, seperti penanaman padi dengan sistem PMHAS hingga inovasi pengolahan produk lokal di tingkat rumah tangga guna meningkatkan nilai ekonomi.

"Langkah ini membuktikan pangan di Sleman saat ini dalam kondisi stabil, aksesibilitas mudah, harga terkendali, serta distribusi berjalan optimal," kata Liem.

​Dalam acara tersebut, Bupati Sleman menyerahkan secara simbolis sejumlah bantuan dan apresiasi, di antaranya 29 unit hand sprayer electric kepada Kelompok Wanita Tani (KWT), satu paket alat pengolahan kopi kepada Kelompok Tani Dadi Makmur, serta bantuan paket mulsa, bibit, dan pupuk bagi kelompok tani berprestasi.

Selain itu, diserahkan pula penghargaan bagi pemenang lomba evaluasi medik/paramedik veteriner serta bantuan bagi 20 Pos Penyuluhan Kalurahan (Posluhkal).