Pemkot Bukittinggi juga terus memantau perkembangan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) harian dan melakukan evaluasi secara berkala setiap 24 jam.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Ramli menghimbau kepada masyarakat Kota Bukittinggi agar lebih waspada terhadap kabut asap yang muncul dalam dua pekan terakhir.
"Berdasarkan laporan Stasiun Pemantau Atmosfer Global, kualitas udara di Bukittinggi menurun. Yang tadinya sedang, sempat tidak sehat bahkan sangat tidak sehat di waktu tertentu," kata dia.
Ia menyebut kasus ISPA di Bukittinggi juga naik. Tercatat 120 kasus pada 5 Oktober, lalu meningkat menjadi 124 kasus pada 12 Oktober, dengan layanan harian minimal sekitar 72 kasus.
"Kami mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah saat kualitas udara buruk. Kalau terpaksa keluar, pakai masker. Kurangi membuka jendela agar debu tidak masuk ke rumah, " ujarnya.