"Kalau mereka masih punya orang tua atau keluarga untuk dikembalikan. Kalau mereka tidak ada keluarganya baik yang Surabaya maupun tidak, nanti yang di luar Surabaya kami akan komunikasikan dengan provinsi dan kabupaten kota lain, sedangkan warga Surabaya kalau memang tidak ada keluarga nanti akan kami tampung," urainya.

Sementara itu, Kepala DP3APPKB Surabaya, Ida Widayati memastikan bahwa anak difabel netra korban pencabulan di panti itu telah diberikan pendampingan psikologis maupun hukum. Karena korban masih mengalami trauma.

"Kita masih nguatin ya. Trauma sih jelas trauma. Karena meskipun tidak bisa melihat tapi kan secara batin dia juga shock ya karena selalu dengan ancaman. Mau dicekik lah, mau diapalah kayak gitu," pungkasnya.