Sementara itu, Direktur BNBR Roy Hendrajanto M. Sakti menyatakan optimistis perseroan mampu menjaga tren pertumbuhan jangka panjang. Optimisme ini bertumpu pada struktur keuangan yang semakin kokoh, penggarapan proyek infrastruktur strategis seperti jalan tol dan jaringan pipa migas serta ekspansi agresif di sektor industri masa depan.

Kemudian optimisme ini juga tumbuh dari sektor masa depan yang digarap BNBR meliputi elektrifikasi transportasi, energi berkelanjutan (green energy), hingga pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy/WtE) yang diyakini memberi nilai tambah bagi pemegang saham.

"Meski demikian, perusahaan mencatatkan penurunan laba bersih yang terutama disebabkan oleh dampak eksternal berupa kenaikan floating rate terhadap beban bunga CCT, khususnya pada tahun-tahun awal setelah akuisisi ketika komponen beban bunga masih relatif tinggi," kata Roy.