NADIKABAR.COM — Seorang peneliti yang sedang berupaya mencari keberadaan Bahtera Nuh menghadapi hal menegangkan. Dirinya mengaku mendapat ancaman pembunuhan dari sejumlah orang tak dikenal.
Pendiri Noah's Ark Scans, Andrew Jones, menceritakan sederet tantangan yang harus dijalaninya dalam misinya menemukan Bahtera Nuh. Meskipun tidak yakin apakah ekspedisi ini benar-benar memicu serangkai masalah baginya, atau semua hanya kebetulan.
Namun beberapa bulan yang lalu, dirinya mulai didatangi orang-orang mengerikan. Mereka mengetuk pintu di tengah malam sembari mengancam akan membunuhnya.
Meskipun motifnya sulit untuk diketahui, tetapi Jones mengatakan kekacauan ini terjadi setelah timnya mengumumkan mendapat izin untuk melakukan penggalian di daerah Turki.
"Kami melakukan kesalahan dengan mengumumkan bahwa kami memiliki izin. Mengenai ancaman fisik atau perampokan, saya belum pernah mengalami masalah itu sampai kejadian ini," kata Jones, dilansir CBN News, Sabtu (17/10/2026).
Jones menjelaskan bahwa sejumlah orang yang datang ke tempatnya tersebut mengancam dan mengumpat menggunakan Bahasa Inggris. Hal ini tidak terjadi sekali, tetapi beberapa kali.
Setelah kejadian mengerikan tersebut, Jones akhirnya memutuskan untuk meninggalkan apartemen dan tinggal bersama temannya agar lebih aman. Walaupun begitu, misinya untuk menemukan Bahtera Nuh belum berhenti dan dirinya tidak berencana untuk menyudahinya.
Jones mengaku bahwa dirinya butuh bertahun-tahun untuk mendapatkan izin dari Pemerintah Turki supaya bisa melakukan penggalian.
"Upaya kami telah memakan waktu bertahun-tahun, bahkan mungkin puluhan tahun. Jika Anda mencoba mendapatkan izin, anda harus bekerja di bawah naungan Universitas Turki, dan bukan hanya di bawah naungan Universitas Turki; anda juga harus bekerja dengan seorang profesor Turki," jelasnya.
Selain izin, tantangan lain dari proyek ini adalah menyiapkan dana yang cukup atau bahkan lebih banyak lagi. Jones mengaku, ketika sudah mengantongi izin, ia dan timnya langsung bergerak cepat mengumpulkan dana.
"Kami mendapatkan izin itu di awal tahun ini. Kami hanya punya waktu satu bulan untuk menggalang dana, mengatur segala sesuatunya, dan melibatkan orang-orang," tambahnya.
Belum lagi tantangan lain yang datang dari sederet orang yang ikut dalam proyek ini. Salah satunya ada profesor setempat yang terlibat dalam proyek Noah's Ark Scans ini dilaporkan disebut sebagai pengkhianat Turki oleh sebagian orang.
Kendati demikian, belum diketahui secara pasti, apakah lokasi penggalian ini merupakan tempat yang tepat dan benar-benar menjadi lokasi keberadaan Bahtera Nuh, yang hingga sekarang belum terbukti secara ilmiah.