Berbeda dari AI generatif untuk kebutuhan umum, teknologi yang diuji dikembangkan untuk membantu dokter selama proses konsultasi medis. AI membantu dokter menggali informasi penting dari pasien, mengenali tanda bahaya, menilai risiko penggunaan obat, serta mempertimbangkan langkah penanganan yang sesuai.
Meski demikian, AI tidak mengambil alih kewenangan medis. Setiap rekomendasi tetap ditinjau dan disetujui dokter yang menangani pasien, sementara diagnosis dan pemberian resep sepenuhnya berada di tangan dokter.
Head of Medical Content and Marketing Alodokter, dr. Marianti, mengatakan teknologi AI dalam layanan kesehatan perlu menghadirkan kemudahan tanpa mengesampingkan pertimbangan klinis.
"Masyarakat menggunakan AI karena cepat, praktis, dan mudah diakses. Namun, untuk urusan kesehatan, jawaban instan tidak selalu berarti layanan medis yang tepat," katanya.
Ia menjelaskan AI dapat membantu dokter memahami kondisi pasien secara lebih mendalam sehingga konsultasi menjadi lebih terarah dan informatif.
Berdasarkan data internal Alodokter, sebanyak 98% konsultasi bersama dokter umum yang didukung teknologi AI tersebut memperoleh penilaian kepuasan positif dari pasien.