Meski hasil evaluasi menunjukkan tingkat keselamatan klinis yang tinggi, penelitian tersebut juga menemukan sejumlah aspek yang masih perlu diperkuat.

Dua area yang menjadi perhatian adalah penanganan kondisi yang membutuhkan rujukan segera serta pengamanan dosis obat untuk pasien anak. Alodokter menyatakan temuan tersebut akan digunakan untuk menyempurnakan teknologi AI klinisnya.

Perusahaan juga merencanakan uji acak terkontrol bersama tim peneliti untuk mempelajari dampak penggunaan AI terhadap kualitas layanan dan keselamatan pasien.

President Director dan Co-Founder Alodokter, Suci Arumsari, mengatakan kompleksitas sistem kesehatan Indonesia menjadi salah satu alasan pengembangan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dalam negeri.

Suci menilkai bahwa inovasi AI kesehatan Indonesia berpotensi menjadi rujukan bagi perkembangan layanan telemedisin di tingkat global. Hasil penelitian ini diharapkan dapat turut mendukung pengembangan kebijakan dan standar keselamatan penggunaan AI klinis di Indonesia.

"Ambisi kami adalah membuat layanan kesehatan yang tepercaya dan konsisten lebih mudah dijangkau oleh masyarakat di seluruh Indonesia," ungkapnya.