Menurut dia, tingkat kepercayaan umum berbeda dengan kepuasan serta pengalaman nyata masyarakat saat berhadapan langsung dengan layanan kepolisian.

β€œMasyarakat bisa menilai polisi bekerja baik secara umum, akan tetapi mengalami kesulitan ketika melaporkan perkara atau mencari keadilan,” katanya.

β€œKarena itu, angka survei harus dibaca bersama data pengaduan, kualitas pelayanan, dan pengalaman nyata masyarakat,” sambungnya.

Bambang menambahkan, reformasi kepolisian dinilai baru benar-benar berjalan apabila masyarakat tidak lagi harus memviralkan suatu kasus untuk mendapatkan keadilan, serta ketika penegakan hukum dapat diakses setara oleh seluruh lapisan warga.