Ketiga, pemerintah perlu menyediakan dukungan pascapelatihan berupa pendanaan, akses komputasi, dan pendampingan bisnis. Keempat, pemerataan akses agar talenta dari luar kota-kota besar dapat ikut berkembang secara inklusif.
"AI Talent Factory harus menjadi ekosistem yang menghubungkan talenta, riset, industri, dan pasar, bukan sekadar program pelatihan. Ukuran akhirnya adalah produktivitas, inovasi, lapangan kerja berkualitas, dan tumbuhnya produk AI karya Indonesia," ucap Heru.
Diketahui, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyiapkan program AI Talent Factory sebagai upaya mencetak talenta digital baru guna mempercepat pembentukan ekosistem kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) nasional.
Kemkomdigi merancang AI Talent Factory sebagai pusat pengembangan talenta digital berbasis riset dan industri.
Talenta yang dilatih melalui program ini akan diarahkan untuk terlibat langsung dalam proyek strategis nasional, mencakup sektor-sektor prioritas seperti kesehatan, pendidikan, layanan keuangan, hingga pertanian.