Klaster Pendampingan melalui Klinik UMKM Bangkit mendapat alokasi Rp 3,6 miliar untuk menghadirkan delapan unit Klinik UMKM Bangkit dengan dukungan 32 tenaga pendamping di wilayah terdampak.
Maman menjelaskan, berdasarkan Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam Sumatera periode 2026-2028, total kebutuhan anggaran pemulihan diproyeksikan mencapai Rp 1,26 triliun.
Untuk 2026, Kementerian UMKM mengalokasikan Rp 618,88 miliar dengan target pemulihan 212.386 UMKM dan wirausaha, terdiri atas 118.630 UMKM di Aceh, 51.883 di Sumatera Utara, dan 41.873 di Sumatera Barat.
"Pemerintah hadir untuk memastikan setiap pengusaha UMKM terdampak dapat kembali membuka usaha, berproduksi, dan memperoleh penghasilan. Pemulihan UMKM dan wirausaha di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus berjalan, seiring meningkatnya semangat para pengusaha untuk bangkit," jelas Maman.