NADIKABAR.COM — Konsumsi LPG 3 kilogram terus meningkat dan membebani anggaran subsidi. Pemerintah menyiapkan penyaluran berbasis desil agar subsidi lebih tepat sasaran.
Jakarta - Konsumsi LPG 3 kilogram terus meningkat dan membebani anggaran subsidi. Pemerintah menyiapkan penyaluran berbasis desil agar subsidi lebih tepat sasaran.
Pekerja membongkar tabung elpiji tiga kilogram di agen penjualan elpiji, Pasar Rebo, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat konsumsi LPG 3 kilogram terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Peningkatan konsumsi tersebut turut berdampak pada membengkaknya beban subsidi LPG 3 kilogram yang harus ditanggung negara.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) merencanakan transformasi pengaturan penggunaan LPG 3 kilogram agar penyalurannya lebih tertib dan tepat sasaran.
Pemerintah berencana mengatur penyaluran LPG 3 kilogram berdasarkan kelompok kesejahteraan masyarakat atau desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dalam pengelompokan tersebut, desil 1 hingga 4 merujuk pada kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah yang menjadi sasaran utama penerima subsidi.
Penataan penyaluran LPG 3 kilogram ditujukan untuk memastikan subsidi diterima masyarakat yang membutuhkan sekaligus mencegah subsidi dinikmati kelompok ekonomi mampu.
Hingga Juli 2026, realisasi penyaluran LPG 3 kilogram mencapai 5,05 juta metrik ton dari kuota APBN 2026 sebesar 8 juta metrik ton, sementara pemerintah mengusulkan kuota 8,94 juta metrik ton dengan estimasi anggaran subsidi Rp114,1 triliun dalam RAPBN 2027.