Bagi Boy, sangat penting menggunakan kemampuan berpikir kritis, kecerdasan emosional, empati, dan kebijaksanaan dalam memanfaatkan teknologi.
"Kita membutuhkan kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan emosional. Kita membutuhkan data dan teknologi, tetapi juga empati dan wisdom. Kita harus memahami persoalan lokal, tetapi tidak boleh kehilangan perspektif global," terangnya.
Senada, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan perubahan teknologi juga telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi.
Publik kini dapat mengakses informasi mengenai kebijakan, kinerja, maupun reputasi sebuah organisasi melalui teknologi pencarian berbasis AI, tanpa selalu berinteraksi langsung dengan sumber informasi tersebut.
"Sekarang ini kalau kita lihat kekuatan humas sebetulnya bagaimana kita memproduksi data-data itu menjadi data-data yang trusted. Namun hari ini publik tidak lagi mengakses data-data dari korporasi, dari lembaga, dari institusi yang langsung berhubungan dengan humas, tapi lewat Artificial Intelligence," tutur Nezar yang jadi pembicara kunci di acara tersebut.