NADIKABAR.COM — Pemerintah terus memperkuat fondasi perekonomian nasional di tengah tingginya ketidakpastian global saat ini. Langkah ini diiringi dengan upaya percepatan pelaksanaan berbagai kebijakan prioritas Presiden.
Penguatan sektor strategis dilakukan melalui sejumlah cara yang komprehensif. Hal ini mencakup peningkatan nilai tambah sumber daya alam, transformasi kelembagaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga penguatan investasi. Pengembangan sektor-sektor baru juga didorong sebagai pilar sumber pertumbuhan ekonomi ke depan.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan tujuan utama dari serangkaian strategi tersebut. Pemerintah bertekad menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tetap stabil dan menguntungkan masyarakat.
"Pemerintah terus memastikan momentum pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga melalui penguatan fundamental ekonomi dan percepatan kebijakan prioritas. Berbagai langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat investasi, serta menciptakan sumber pertumbuhan baru," ungkap Haryo pada keterangan tertulis, Kamis (20/8/2026).
Haryo menilai arah kebijakan ini sangat penting di tengah prospek ekonomi global yang berisiko. Saat ini dunia masih dibayangi ancaman geopolitik, krisis energi, masalah perdagangan, hingga pembiayaan. Namun di sisi lain, ekonomi domestik Indonesia justru tetap tumbuh kuat sebesar 5,45 persen pada Semester I-2026.