Perampingan terstruktur ini terbukti membuahkan hasil positif bagi keuangan negara. Laba BUMN tercatat melonjak tajam dari Rp186 triliun pada 2024 menjadi Rp326 triliun pada 2025. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan laba yang sangat signifikan sebesar 75,3 persen.

Memasuki tahun 2027, pemerintah menyiapkan sepuluh transformasi dorongan besar untuk mendongkrak daya saing bangsa. Fokus perbaikan infrastruktur ini meliputi renovasi 10.000 Puskesmas, revitalisasi 441 RSUD, renovasi sekolah, pembentukan Bursa Komoditas Indonesia, dan optimalisasi aset BUMN.

Proyek vital lainnya mencakup pengembangan 100 gigawatt (GW) energi surya, Pusat Finansial Internasional di Bali, Danantara Development Management Fund, elektrifikasi mobilitas, serta kebijakan dwi-kewarganegaraan.

Seluruh upaya agresif ini dikerahkan untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional agar meroket menuju angka 8 persen. Haryo menegaskan sederet agenda ini menjadi kunci utama dalam membangun fondasi negara yang tangguh.

"Berbagai agenda transformasi yang disiapkan untuk 2027 merupakan bagian dari upaya Pemerintah membangun sumber pertumbuhan baru yang lebih produktif dan berkelanjutan. Melalui penguatan sektor strategis dan peningkatan daya saing, Pemerintah ingin memastikan pertumbuhan ekonomi semakin tinggi sekaligus semakin inklusif," pungkas Haryo.