Melalui penandatanganan EOI tersebut, produk unggulan hortikultura hasil binaan HDDAP mendapatkan kepastian jaminan pasar ekspor secara berkelanjutan. Selain peluncuran KEP dan EOI ekspor, Kementerian Pertanian juga memberikan penghargaan serta apresiasi kepada unit kerja, pemerintah daerah, dan kelompok tani yang menunjukkan dedikasi serta kinerja terbaik dalam mendukung pelaksanaan program HDDAP.
Sebelum memasuki malam puncak, pada Kamis pagi hingga siang seluruh peserta dari 13 kabupaten telah melaksanakan kunjungan lapangan untuk mempelajari praktik baik (best practices) penguatan agribisnis. Peserta mengikuti sharing session bersama Perkumpulan Petani Hortikultura Puncak Merapi Sleman serta Poktan Nglanggeran Wetan Patuk, sekaligus meninjau langsung Kebun Durian dan Embung Nglanggeran di Kabupaten Gunungkidul.
Rangkaian Pertemuan Teknis Nasional HDDAP Tahun 2026 ditutup secara resmi pada hari ini, yang dirangkaikan dengan seremonial Pelepasan Ekspor Perdana Salak Wonosobo ke Kamboja.
Sebagai informasi, acara ini turut dihadiri oleh seluruh perwakilan dari 13 kabupaten lokasi proyek HDDAP, jajaran kementerian, mitra pembangunan, serta stakeholders terkait lainnya.