NADIKABAR.COM — Anak usaha Garuda Indonesia, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF), meraih konsesi selama 20 tahun untuk mengoperasikan fasilitas perawatan pesawat di Bandara Internasional Muscat, Oman. Kesepakatan dengan Otoritas Penerbangan Sipil Oman (CAA) tersebut membuka jalan bagi perluasan layanan perusahaan Indonesia di Timur Tengah.
Perjanjian ditandatangani oleh Direktur Utama (Dirut) GMF Andi Fahrurrozi, dan Presiden CAA Oman Eng Naif Ali Hamed Al-Abri, dalam Civil Aviation Investment Forum (CAIF) 2026, di Kantor Pusat CAA, Muscat, Oman.
GMF merupakan bagian dari Garuda Indonesia Group yang berada dalam pengelolaan Danantara Indonesia. Bagi industri penerbangan nasional, konsesi di Oman menjadi tonggak penting untuk memperluas kiprah di luar negeri dengan membawa pengalaman dan kemampuan teknis perawatan pesawat yang dibangun di Indonesia.
Fasilitas tersebut akan dikembangkan untuk layanan perawatan, perbaikan, dan overhaul pesawat, atau Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO). Posisi strategis Oman diharapkan membuka akses yang lebih luas ke pasar Timur Tengah, Afrika, dan Eropa, sekaligus melengkapi jangkauan layanan GMF dari basis operasinya di Indonesia.
"Pengembangan MRO di Oman menjadi langkah awal untuk membangun kehadiran operasional GMF yang lebih dekat dengan pelanggan di Timur Tengah dan kawasan sekitarnya. Dengan pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki, GMF melihat peluang untuk menjangkau pasar perawatan yang lebih luas sekaligus berkontribusi pada penguatan industri aviasi Oman," ujar Andi, dalam keterangan tertulis, Rabu (7/10/2026).
Dalam skema kerja sama tersebut, CAA Oman berperan sebagai pemilik hanggar dan pemberi konsesi. Otoritas itu juga menjalankan fungsi regulator untuk memastikan pemenuhan ketentuan serta standar keselamatan penerbangan yang berlaku di Oman.
Sementara itu, GMF akan mengembangkan dan mengoperasikan hanggar beserta fasilitas pendukungnya. Pengembangan dilakukan secara bertahap, mengikuti kebutuhan pasar dan rencana bisnis yang disepakati.
Pada forum yang sama, GMF turut menandatangani Commemoration Document bersama Mach Aerospace International untuk mendukung pengembangan kemampuan teknis dan tenaga kerja di bidang penerbangan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari persiapan layanan perawatan pesawat di Oman.
Keberhasilan GMF memperoleh konsesi 20 tahun di Oman menjadi catatan membanggakan bagi industri penerbangan Indonesia. Langkah anak usaha BUMN ini membuka jalan bagi pengembangan fasilitas perawatan pesawat di luar negeri, sekaligus menunjukkan potensi keahlian yang dibangun di Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam industri penerbangan global.