Sebagian besar berukuran lebih kecil, tetapi masing-masing umumnya tetap memindahkan lebih dari satu juta meter kubik material.

Longsor tersebut juga dapat mengubah sistem sungai. Dua kejadian yang diteliti membendung aliran sungai dan membentuk danau baru, sekaligus membawa sedimen dalam jumlah besar ke perairan di hilir.

Hingga penelitian dilaporkan, lokasi yang terpencil membuat longsor tersebut belum merusak infrastruktur. Namun, dampaknya terhadap bentang alam dan ekosistem sungai tetap menjadi perhatian.

Material yang terbuka setelah longsor juga masih dapat mengalami pencairan lanjutan. Proses ini berpotensi memicu longsor susulan dan mengubah aliran air serta distribusi sedimen.

Para peneliti memperingatkan bahwa fenomena ini tidak terbatas pada dua lembah sungai yang mereka kaji. Sejumlah wilayah di Kanada dan Alaska memiliki lapisan permafrost dengan ketebalan sekitar 20-40 meter, kondisi yang dinilai rentan terhadap mekanisme longsor serupa.

Risikonya dapat meningkat jika pemanasan terus berlangsung dan kebakaran hutan di wilayah lintang tinggi menjadi lebih intens. Young menyebut fenomena tersebut sebagai gambaran kemungkinan perubahan yang akan dihadapi kawasan-kawasan itu pada masa mendatang.

"Ini hampir seperti gambaran sekilas tentang apa yang mungkin kita hadapi di wilayah-wilayah ini seiring berubahnya dinamika kebakaran hutan," ujarnya.

Penelitian ini tidak menyatakan bahwa semua wilayah permafrost akan mengalami longsor serupa. Kerentanan bergantung pada ketebalan lapisan beku, kondisi suhu, karakteristik lereng, dan riwayat gangguan seperti kebakaran.

Namun, penemuan tersebut memperlihatkan bahwa pemanasan permafrost dapat menghasilkan bentuk keruntuhan lereng yang sebelumnya belum dikenali secara luas.

Ketika lapisan tanah beku kehilangan kestabilan dari bagian bawah, dampaknya bukan hanya pencairan perlahan. Dalam kondisi tertentu, jutaan meter kubik material dapat bergerak sekaligus, mengubah lereng, membendung sungai, dan menciptakan danau baru.

Bagi para ilmuwan, fenomena ini menjadi peringatan bahwa dampak perubahan iklim di kawasan Arktik dapat berkembang dengan cara yang lebih kompleks daripada yang diperkirakan sebelumnya.