NADIKABAR.COM — PT Pertamina (Persero) berencana membekali nelayan dengan keterampilan merawat mesin kapal agar dapat menunjang aktivitas melaut.
Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita mengatakan, program pelatihan tersebut menjadi salah satu pengembangan lanjutan dari program yang telah dilakukan.
Dalam hal ini yakni Desa Energi Berdikari melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Selain itu, program pelatihan perawatan mesin juga sejalan dengan bisnis utama Pertamina.
"Sepertinya nanti kita akan ada program pengembangan lagi untuk bagaimana teman-teman nelayan ini bisa kita latih supaya merawat mesin apa perahunya. Nah, ini kan dekat sekali dengan core business-nya Pertamina. Nah, ini next step," ujar Arya dalam acara Pertamina Talk Episode 3 di Menara Bank Mega, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Adapun sejak 2018 Pertamina telah mengembangkan 310 DEB. Program ini mendorong pemanfaatan energi terbarukan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat desa sesuai potensi lokal..
Dari program tersebut, Pertamina mencatat nilai tambah ekonomi mencapai sekitar Rp 26 miliar per tahun. Selain itu, program Desa Energi Berdikari telah memberikan manfaat kepada sekitar 283 ribu orang, baik secara langsung maupun tidak langsung.
"Nah Desa Energi Berdikari ini saat ini totalnya ada 310 dan tersebar di beberapa tempat, tapi dengan konsep yang beragam," ujar Arya.
Arya menjelaskan, program tersebut berangkat dari temuan para perwira Pertamina yang bertugas di berbagai daerah, termasuk wilayah pelosok. Dalam menjalankan tugasnya, mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat dan melihat berbagai keterbatasan yang dihadapi warga.
Kondisi tersebut kemudian memunculkan gagasan untuk mengembangkan program yang dapat mendorong masyarakat tumbuh bersama Pertamina.
"Keterbatasan-keterbatasan itu menggelitik untuk kami coba bagaimana kita bisa tumbuh bersama. Konsepnya seperti itu. Dan Alhamdulillah teman-teman perwira Pertamina ini jiwa sosialnya luar biasa," ujarnya.
Dalam program ini, Pertamina melakukannyan dengan tiga pendekatan. Pertama, membangun kesadaran masyarakat mengenai potensi energi terbarukan yang tersedia di wilayah mereka yang bisa membuat mereka berdikari.
"Nah kemudian dari situ langkah kedua adalah kita mengajak tokoh-tokoh lokal. Pak Jamal dan teman-teman lainnya untuk bagaimana memanfaatkan energi tadi. Supaya bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Nah sampai di situ. Kita melatih teman-teman bahkan ada yang sudah kita sertifikatkan. Sehingga ini menjadi poin ekonomi baru lagi untuk lokal," katanya.
Ketiga, Pertamina mendorong pemanfaatan energi terbarukan agar memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Arya mencontohkan penggunaan tenaga surya dan angin untuk mengoperasikan pendingin sehingga hasil tangkapan ikan nelayan dapat disimpan lebih lama.