NADIKABAR.COM — Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga bersama Kementerian Koperasi (Kemenkop) meluncurkan piloting pengumpulan minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO) berbasis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program tersebut diperkenalkan di KDMP Dawuhan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Pilot project tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk mendukung ketahanan energi nasional serta mendorong usaha produktif bagi KDKMP serta upaya mencegah pencemaran lingkungan akibat minyak jelantah.
Kegiatan itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Pertamina Patra Niaga dan Kementerian Koperasi.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri menyampaikan bahwa pihaknya berupaya menghubungkan potensi sumber daya domestik dengan kebutuhan industri energi melalui rantai nilai yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
"Dari dapur warga, kita bangun fondasi pasokan. Melalui koperasi, kita perkuat pengumpulan. Dan dengan kapabilitas Pertamina dari hulu hingga hilir, kita jadikan minyak jelantah bagian dari solusi energi berkelanjutan," ujar Simon dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10/2026).
"Bagi saya, ini bukan sekedar program pengumpulan minyak jelantah. Ini adalah contoh bagaimana gotong royong masyarakat, kekuatan koperasi, inovasi perguruan tinggi dan kemampuan industri nasional dapat saling terhubung untuk menciptakan nilai," jelas Simon.
Simon menerangkan Pertamina telah mampu mengolah minyak jelantah menjadi bahan bakar avtur nabati (sustainable aviation fuel /SAF). Pengolahan melalui serangkaian uji terbang ketat sejak beberapa tahun lalu serta telah dilakukan serangkaian uji coba terbang.
"Contoh yang sudah kami lakukan adalah di Pertamina kami sudah melakukan uji terbang beberapa tahun yang lalu dengan pesawat CN235, setelah itu dilanjutkan pengujian menggunakan maskapai Garuda Indonesia, dan pada tahun 2025 kami sudah melakukan uji terbang pada penerbangan komersil perdana pada penerbangan Pelita Air dari Jakarta menuju Denpasar," ujar Simon.