Melalui kampanye bertajuk 'Jelantah Jadi Berkah: Koperasi Menggerakkan Kesejahteraan Rakyat melalui Ekonomi Hijau', gerakan ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mendistribusikan kesejahteraan secara merata hingga ke pelosok pedesaan.

Sementara itu Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyampaikan kesiapan Pertamina dalam mendukung pelaksanaan program tersebut. Ia menjelaskan bahwa Pertamina telah menyiapkan fasilitas pengolahan untuk memanfaatkan minyak jelantah menjadi bahan bakar ramah lingkungan

Kilang Cilacap menjadi salah satu fasilitas yang telah terbukti mampu memproduksi SAF, dengan menggunakan katalis hasil inovasi dalam negeri yaitu Katalis merah Putih. Selanjutnya Pertamina Patra Niaga akan mengembangkan fasilitas lainnya, antara lain kilang Balongan, Dumai, dan Plaju. Karena itu, kepastian pasokan bahan baku menjadi hal penting agar pengembangan energi ini dapat berjalan secara berkelanjutan," ujar Mars Ega.

PT Pertamina Patra Niaga melalui PT Pertamina Patra Logistik bersama Kementerian Koperasi akan memulai uji coba 4 (empat) koperasi di Kabupaten Banyumas, yaitu KDMP Dawuhan (Kecamatan Banyumas), KKMP Kober (Kecamatan Purwokerto Barat), KKMP Karanglewas Lor (Kecamatan Purwokerto Barat), dan KKMP Karangwangkal (Kecamatan Purwokerto Utara).

Uji coba tersebut direncanakan berlangsung sekitar empat bulan dengan target volume 500.000 liter.

Melalui penguatan pasokan minyak jelantah di hulu, pengembangan pengolahan BBN (bahan bakar nabati) di midstream, dan perluasan akses pasar di downstream, Pertamina berupaya membangun rantai nilai BBN berkelanjutan yang mengoptimalkan sumber daya domestik.

Dari Dawuhan, model kolaborasi berbasis koperasi diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju ekosistem BBN yang lebih terintegrasi sekaligus memberi nilai tambah bagi masyarakat dan mendukung ketahanan energi nasional.