Di luar pagar smelter, limpahan rezeki itu bergulir ke usaha-usaha domestik yang jeli melihat ceruk. Geliat yang sama dirasakan Ayu Lestari Rahman. Warga Desa Fatufia ini melihat peluang dari tumpukan pakaian kotor. Di tengah rutinitas buruh pabrik yang menguras energi, urusan mencuci baju menjadi pekerjaan yang melelahkan.

"Di sini banyak orang yang sibuk bekerja, sehingga tidak sempat mencuci," kata Ayu.

Bersama suaminya, ia merintis usaha laundry BlueSea pada 2022. Bermodal awal Rp20 juta dan satu mesin cuci, mereka memanfaatkan jaringan pertemanan pekerja pabrik untuk mengembangkan usaha.

Kini, mesin cuci BlueSea menggilas sekitar 200 kilogram pakaian per hari dari para pekerja, kontraktor, hingga pedagang dan warga sekitar. Tarif yang dikenakan Rp7.000 per kilogram untuk layanan reguler dan Rp15.000 untuk layanan kilat, plus fasilitas antar gratis dalam radius 3 kilometer.

BlueSea kini menjadi sumber pendapatan utama keluarga tersebut, dengan omzet sekitar Rp35 juta per bulan. Ayu berharap kawasan industri terus memberi ruang bagi usaha warga.

"Semoga IMIP terus berkembang dan bisa terus menyerap tenaga kerja. Kalau karyawan sudah capek bekerja, jangan capek lagi mencuci. Bawa saja ke sini," ujarnya.