NADIKABAR.COM — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memberikan fasilitas kredit Rp 40 triliun kepada perusahaan milik Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, PT Jhonlin Baratama. Fasilitas kredit ini diketahui diajukan melalui gadai saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN).

Dari total fasilitas yang diberikan, Jhonlin Baratama telah menggunakan dana kredit sebesar Rp 17 triliun. Fasilitas kredit ini akan dialokasikan untuk belanja modal (capital expenditure/capex), pengembangan usaha, kebutuhan pembiayaan perusahaan dan entitas di industri batu bara dan penunjangnya.

"Plafon fasilitas kredit yang diberikan kepada PT Jhonlin Baratama senilai Rp 40 triliun, dari plafon tersebut yang telah digunakan adalah sebesar Rp 17 triliun," ungkap Senior Vice President Bank Mandiri, Adhika Vista, dikutip dari Keterbukaan Informasi, Selasa (27/10/2026).

Adhika menjelaskan, kredit ini diberikan dengan mempertimbangkan prospek usaha, kinerja keuangan, kemampuan membayar dan self financing Jhonlin Baratama terhadap kebutuhan perusahaan dan entitas usaha. Dalam menilai kemampuan membayar, Bank Mandiri mengaku hanya memperhitungkan cash flow usaha existing yang berasal dari industri batu bara Jhonlin Group.

"Bank Mandiri hanya memperhitungkan cash flow dari usaha existing yang berasal dari industri batu bara Jhonlin Group. Telah diatur mekanisme pemantauan penggunaan kredit sesuai dengan tujuan dan ketentuan fasilitas kredit melalui syarat berupa penyampaian dan monitoring laporan aktivitas usaha pada periode yang diatur dalam dokumen pembiayaan," jelasnya.

Adhika menjelaskan, agunan dalam kredit tersebut adalah fixed asset dan non fixed asset termasuk namun tidak terbatas pada saham JARR dan PGUN, serta rekening Jhonlin Baratama. Pengikatan terhadap aset-aset tersebut sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku termasuk status kepemilikan aset yang menjadi agunan kredit.

"Total agunan kredit yang dijaminkan lebih besar dari fasilitas kredit yang diberikan dan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ungkapnya.

Dengan memperhitungkan harga terendah intraday saham JARR dan PGUN selama satu bulan terakhir, Collateral Coverage Ratio alias rasio kecukupan nilai agunan terhadap kredit, dinilai tetap terjaga di level 150%.

Sementara itu, Adhika menyebut aset non-saham yang dijadikan agunan kredit telah dinilai oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) independen sesuai kompetensi dan ketentuan yang berlaku. Pemeriksaan dan pengikatan aset agunan juga telah dilakukan melalui notaris dan/atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

Terkait saham PGUN, Bank Mandiri juga telah memperhitungkan risiko konsentrasi kepemilikan melalui uji sensitivitas terhadap volatilitas harga saham untuk memastikan kecukupan nilai agunan kredit. Penilaian saham yang dijadikan agunan tambahan juga telah mengacu pada Pasal 4 POJK Nomor 40/POJK.03/2017 dan kebijakan internal perseroan.

"Atas penilaian saham yang digunakan sebagai agunan tambahan telah sesuai Pasal 4 POJK 40/POJK.03/2017 dan kebijakan internal, dimana agunan saham merupakan sumber pelunasan sekunder (second way out) dan dinilai secara konservatif," tutupnya.

Diketahui, PT Araya Agro Lestari (AAL), PT Baramega Citra Mulia Persada (BCMP), dan PT Citra Agro Raya (CAR) merupakan pemegang saham terbesar di PGUN yang menggadaikan seluruh kepemilikannya ke Bank Mandiri pada 28 September lalu.

Araya Agro Lestari misalnya, menggadaikan menggadaikan 100% atau setara 2.205.667.896 lembar saham atas PGUN. Kemudian Citra Agro Raya juga menggadaikan 100% atau setara 2.194.718.786 lembar saham atas PGUN. Terakhir Baramega Citra Mulia Persada menggadaikan 100% atau setara 900.000.250 lembar saham perseroan.

"Sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh afiliasi Perseroan," tulis tujuan dari gadai saham yang dilakukan ketiga perusahaan tersebut, Rabu (7/10/2026).

Selain pemegang saham PGUN, gadai saham juga dilakukan emiten milik Haji Isam lainnya, yakni PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), yang dilakukan oleh pengendali utama perseoan PT Eshan Agro Sentosa pada Rabu (30/9/2026).

Adapun jumlah saham yang digadaikan mencapai 100% atau setara 7.997.556.204 lembar saham yang dimiliki Eshan Agro Sentosa. Gadai saham ini dilakukan untuk peningkatan jaminan atas fasilitas kredit yang diterima JARR dari Bank Mandiri.

"Penandatangan Akta Gadai Saham milik PT Eshan Agro Sentosa, yang merupakan pengendali dari perseroan dalam rangka bagian dari pengikatan jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh perseroan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk," tulis Direktur Utama JARR, Indra Irawan, Rabu (7/10/2026).