NADIKABAR.COM — Harga komoditas cabai masih mahal di tingkat konsumen. Bahkan harga cabai rawit merah menembus angka Rp 100.000 per kilogram (kg).
Dewan Pertimbangan Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) Tunov Mondro Atmodjo mengatakan harga cabai di tingkat petani sudah mengalami penurunan sejak dua pekan lalu dari di kisaran Rp 60.000/kg menjadi di angka Rp 42.000-50.000/kg. Namun, memang faktor cuaca ekstrem berperan dalam fluktuasi harga cabai saat ini.
"Cuaca ekstrim sangat mempengaruhi produksi cabai, kekeringan membuat tanaman cabai berhenti produksi," ujar Tunov kepada NadiKabar, Minggu (25/10/2026).
Tunov menjelaskan di tengah kondisi kekeringan ini, tanaman bisa menghasilkan panen 50% saja. Menurutnya, kondisi produksi tersebut sudah tergolong bagus.
Untuk itu, ia memperkirakan harga cabai ke depan tidak akan mengalami penurunan yang signifikan. Namun, ia memastikan stok di lapangan aman dan tercukupi.
"Saya kira kalau turun juga tidak akan banyak karena kondisi tanaman produksi tidak maksimal. Artinya dengan kondisi cuaca seperti ini bisa terpanen 50% saja sudah bagus," imbuh ia.
Ia juga menyoroti rantai pasok (supply chain) yang masih berkontribusi pada harga cabai. Menurut Tunov, komoditas cabai di banyak tempat masih menggunakan pola lama yang melibatkan banyak tangan sebelum akhirnya sampai ke tangan konsumen akhir.
"Rantai pasok khususnya komoditas cabai masih pola lama butuh beberapa tangan agar sampai ke konsumen, meski sekarang sudah mulai banyak di beberapa wilayah sentra dari kelompok tani langsung ke pasar dan ada juga yang dengan kerjasama antar daerah," bebernya.
Tunov menyampaikan pihaknya telah menggencarkan kegiatan pasar harga terjangkau di sejumlah provinsi, termasuk Jakarta. Langkah ini melibatkan lintas lembaga mulai dari Kementerian Pertanian, Kementerian Dalam Negeri, Bank Indonesia, hingga pemerintah daerah.
Untuk proyeksi harga cabai menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027, Tunov menilai harga cabai akan cenderung stabil jika kondisi cuaca berangsur membaik.
"Saya kira sampai dengan hari nataru harga akan cenderung stabil jika cuaca mendukung, artinya tidak akan jatuh tapi juga tidak terlalu tinggi, masih dalam level aman," imbuh ia.
Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Nataru
Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Ito Hediarto memastikan pasokan cabai secara nasional cukup menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Menurutnya, kelancaran distribusi perlu dijaga saat ini, terutama pengiriman lewat jalur laut.
"Kalau untuk cabai sendiri cukup, tinggal kita lihat saja sisi distribusinya," kata Ito dalam keterangannya.
Ito menjelaskan, pengiriman cabai ke daerah yang harus melewati laut kerap tersendat di jalan. Kondisi itu dapat menurunkan pasokan di daerah tujuan dan akhirnya mendorong harga naik.
Untuk menjaga harga, Bapanas memantau perkembangannya lewat rapat inflasi yang digelar setiap Senin. Ito menyebut cabai dan beras sebagai dua komoditas yang biasanya naik jelang akhir tahun.
Untuk mengatasi persoalan distribusi, Bapanas menyediakan fasilitas distribusi pangan (FDP). Program ini membantu mobilisasi pasokan dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan, sehingga beban biaya distribusi berkurang dan cabai bisa sampai ke konsumen dengan harga lebih terjangkau.
Realisasi anggaran FDP saat ini sekitar 69,5%. Dengan demikian, masih ada sekitar 30,5 persen anggaran yang tersedia untuk daerah yang mengalami kenaikan harga ekstrem.
Selain cabai, Ito memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat selama Nataru. Bapanas telah berkoordinasi dengan Perum Bulog agar beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan bantuan pangan tersedia setiap bulan.
"Insya Allah tidak usah khawatir dari masyarakat, setiap bulannya akan ada beras di masyarakat, termasuk di bulan Desember," tambah Ito.
Sebelumnya, berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia, harga cabai rawit merah telah mengalami penurunan 0,82% dibandingkan sebelumnya. Namun, harganya masih berada di level Rp 102.950/kg.
Begitu pula, harga cabai merah keriting yang turun 1,6% menjadi Rp 86.100/kg, cabai rawit hijau di level Rp 79.400/kg atau turun 0,44%. Sementara itu, harga cabai merah besar naik 0,47% menjadi Rp 75.600/kg.