"Keadaan cuaca seperti ini sangat mengkhawatirkan stok nasional terus berkurang nanti di 3 bulan kedepan," tambah ia.

Turnov menjelaskan pemerintah telah mulai menyalurkan bantuan, seperti sumur bor dan pipanisasi untuk wilayah sentra produksi. Kendati begitu, pihaknya juga telah antisipasi memaksimalkan stok air lahan untuk menanam tanaman baru.

"Bantuan pemerintah sudah mulai turun meski agak terlambat yaitu sumur sumur bor dan pipanisasi yang diperuntukkan tanaman cabai di berbagai wilayah sentra," imbuhnya.

Senada, Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Abdul Hamid mengatakan kenaikan harga cabai ini murni disebabkan oleh gangguan produksi di daerah-daerah sentra. Meskipun masih ada beberapa daerah di Jawa Timur seperti Jombang, Kediri, dan Blitar yang tetap menghasilkan panen, volumenya dilaporkan sangat minim.

Gangguan produksi akibat cuaca ini diprediksi masih akan mempengaruhi volume panen hingga bulan Oktober mendatang, sebelum akhirnya pasokan diperkirakan mulai mencukupi kembali pada November.