"Mungkin diperkirakan volume panen, ini masalahnya karena cuaca, diperkirakan sampai dengan Oktober. tapi pada November cukup," kata Abdul dalam keterangan tertulis kepada redaksi.
Gangguan produksi ini menciptakan harga cabai di tingkat petani saat ini berkisar tim redaksi Rp 53.000 hingga Rp65.000 per kilogram. Sesampainya di pasar induk, harga tersebut terkerek naik menjadi Rp70.000 hingga Rp75.000 per kilogram. Akhirnya menyentuh angka Rp90.000 sampai Rp 95.000 per kilogram saat dibeli oleh konsumen akhir di pasar.
"Di tingkat petani sekarang sekitar Rp 53.000 sampai Rp 65.000/kg, kalau kita lihat di pasar induk bisa sampai Rp 70.000 sampai Rp 75.000. Kalau ibu-ibu belanja sekitar Rp 90.000 sampai Rp 95.000 lah," jelasnya.
Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia (BI), kenaikan paling tajam terjadi oleh cabai merah keriting yang melesat hingga 9% menjadi Rp 62.950/kg. Tak hanya itu, cabai rawit merah juga ikut melonjak 7,2% ke level Rp 90.050/kg.