Sementara itu, Staf Khusus Wakil Presiden RI Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pembangunan Sosial Tina Talisa menekankan bahwa transisi energi ini merupakan upaya yang panjang. Ia menyoroti bahwa kapasitas geotermal Indonesia saat ini bahkan belum menyentuh angka 3 GW secara nasional.
Ekspansi PGE dinilai sangat krusial agar Indonesia terus memacu pengembangan energi baru terbarukan.
"Tapi tentu kita tidak boleh berpuas diri karena itulah dengan semangat PGE 1 gigawatt kita sangat mendorong untuk 1,8 gigawatt," tuturnya.
Melalui kelancaran skema investasi terintegrasi tersebut, Indonesia menargetkan mampu menyalip Amerika Serikat. Pemerintah membidik posisi nomor satu dunia dalam sektor energi panas bumi pada tahun 2030 mendatang.