Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Sunaryanto menyatakan optimismenya terhadap pengembangan MNK di Indonesia. Sebagai Subholding Upstream Pertamina, ia meyakini langkah ini akan berkontribusi signifikan terhadap produksi minyak nasional di masa mendatang.

"Pengembangan MNK memiliki potensi besar untuk mendukung peningkatan produksi minyak di dalam negeri," ujar Sunaryanto.

Direktur Utama PHR Muhamad Arifin melihat momen penandatanganan KBH MNK Rokan adalah langkah strategis memperkuat ketahanan energi nasional. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus membangun kompetensi baru di sektor hulu migas.

"MNK bukan hanya proyek eksplorasi, melainkan fondasi baru yang akan menjadi investasi strategis untuk meningkatkan ketahanan energi nasional dan membangun kompetensi baru di hulu migas di Indonesia," imbuh Arifin.

Ia menambahkan, dengan dukungan regulasi, ekosistem operasional yang mumpuni, serta roadmap jelas menuju tahap komersialisasi, MNK Rokan sebagai game changer akan membuka harapan baru bagi industri energi Indonesia.

Dengan langkah ini, PHR menegaskan komitmennya untuk menghadirkan inovasi, memperkuat ketahanan energi, dan menciptakan multiplier effect sekaligus menjadi referensi bagi pengembangan sumber migas non-konvensional di wilayah lain.

Subholding Upstream Pertamina terus berkomitmen mengucurkan investasi pada bisnis hulu migas yang berkelanjutan berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Langkah ini diimbangi dengan penguatan tata kelola perusahaan, budaya kepatuhan, serta pencegahan fraud demi mewujudkan lingkungan kerja yang profesional, transparan, dan beretika.