Dalam kerja sama ini, PLN Indonesia Power diwakili Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga Julita Indah bersama Specialist, Business Development Sustainable Technologies - SEA South Pole AG Fadri Mokolintad.
Sementara itu, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan percepatan transisi energi menjadi penting di tengah dinamika geopolitik global yang turut memengaruhi ketersediaan energi.
"Dinamika geopolitik global menunjukkan bahwa ketersediaan energi menjadi tantangan yang harus diantisipasi bersama. Karena itu, Indonesia perlu terus mendorong kemandirian dan swasembada energi melalui peningkatan pasokan, pembangunan infrastruktur, serta percepatan transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan," ujar Yuliot.
PLN Indonesia Power menyebut pengembangan aset karbon PLTP Gunung Salak menjadi salah satu skema untuk memperoleh manfaat ekonomi dari pengurangan emisi sekaligus mengembangkan pembangkit energi panas bumi.