NADIKABAR.COM — Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Satres PPA dan PPO) Polres Metro Jakarta Pusat memberikan perlindungan dan pendampingan psikologis kepada siswa yang diduga menjadi korban kekerasan dan pelecehan oleh oknum guru di SMKN 27 Jakarta.

Kasat PPA dan PPO Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Rita Oktavia mengatakan pendampingan itu dilakukan bersama dengan Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (Sudin PPAPP) Jakarta Pusat.

"Satres PPA dan PPO Polres Metro Jakarta Pusat bersama dengan Sudin PPAPP Jakarta Pusat telah memberikan perlindungan dan pendampingan psikologi terhadap siswa yang menjadi korban," kata Rita saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Dia menyebutkan pihaknya terus mengawal kasus tersebut untuk memastikan siswa yang diduga menjadi korban mendapatkan perlindungan.

"Kami terus mengawal kasus ini dan memastikan adik-adik kita mendapatkan perlindungan terbaik," ujar Rita.

Meski demikian, dia mengungkapkan sampai dengan saat ini, belum ada pengaduan terkait dugaan kekerasan dan pelecehan tersebut yang diterima oleh Polres Metro Jakarta Pusat.

Sebelumnya, dugaan kekerasan dan pelecehan di SMKN 27 Jakarta mencuat setelah seorang warganet mengunggah pengalamannya melalui media sosial Threads.

Dalam unggahannya, warganet tersebut mengaku pernah menjadi siswa yang dididik oleh guru seni budaya yang dimaksud itu ketika ia masih duduk di bangku SMP.

Dia mengatakan guru tersebut memberikan hukuman fisik kepada siswa yang tidak menghafal sejumlah materi pelajaran, di antaranya suling dan pianika.

Unggahan tersebut juga menyebutkan guru yang bersangkutan kerap mengajak murid untuk mendatangi area sepi di sekolah, hanya berdua.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kemudian membebastugaskan guru yang bersangkutan dari SMKN 27 Jakarta, sedangkan Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim terpadu untuk mendalami dugaan tersebut.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Pusat Salikun memastikan kegiatan belajar mengajar di SMKN 27 Jakarta tetap berjalan normal dan aman selama proses pendalaman itu berlangsung.

Dia menuturkan pihaknya berfokus memastikan proses pembelajaran siswa tidak terganggu oleh proses pemeriksaan terkait dugaan kasus tersebut.

"Yang bisa kami pastikan sekarang bagaimana pembelajaran bisa berjalan seperti biasa, anak-anak bisa tetap sekolah," pungkas Salikun.