"Ini baru langkah awal. Ke depan, kita harus bekerja lebih cepat, lebih solid, dan lebih terukur. Target kita jelas, bagaimana potensi yang ada di Aceh dapat dikelola secara baik sehingga memberikan kontribusi terhadap lifting nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh," terangnya.Bagi BPMA, capaian ini juga menjadi bukti bahwa sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, BPMA, SKK Migas, KKKS, BUMD, koperasi, UMKM, serta masyarakat dapat menghasilkan langkah konkret dalam waktu yang relatif singkat.

"Ini merupakan salah satu milestone pertama dan bentuk kerja nyata kita bersama. Kurang lebih dua bulan sejak saya menerima amanah sebagai Kepala BPMA, saya ingin memastikan bahwa setiap arahan dan kebijakan dapat diterjemahkan menjadi kerja konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung peningkatan lifting migas Aceh," ujar Mawardi.

BPMA juga mendorong prioritas penggunaan tenaga kerja lokal agar manfaat ekonomi dari kegiatan produksi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Ia menyampaikan terima kasih atas arahan, dukungan, dan perhatian Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terhadap pengembangan sektor hulu migas Aceh. Ia menerangkan kerja sama ini sebagai bagian dari upaya mempercepat pelaksanaan produksi sumur minyak masyarakat di WK Blok "A" Aceh Timur dan WK Blok "B" Aceh Utara.